2/05/2016

silat minangkabau harimau filosofi

silat minangkabau harimau filosofi - Kemajemukan negara yang disimbolkan " Bhineka Tunggal Ika " yang bermakna tidak sama namun satu jua sering mengundang decak mengagumi akan dalam beragam acara budaya internasional. Tetapi malangnya lantaran kurang pemeliharaan, budaya itu tidak cuma dicaplok negeri serumpun, namun juga terancam punah. Satu diantara budaya yang punya potensi terancam yaitu Pencak Silat, satu seni beladiri asli Indonesia. Silat di pengaruhi keragaman budaya yang ada di tanah air jadi tidak mengherankan demikian banyak aliran pencak silat di Indonesia.

silat minangkabau harimau filosofi

silat minangkabau harimau filosofi


Kekayaan filofosi, ritme gerak serta kolaborasi dengan musik tradisional menjadiknnya demikian tidak sama. Apa yang membuatnya terancam? Bila menengok kebelakang, Indonesia senantiasa menguasai pada pencak silat. Di tiap-tiap penyelenggaraan pesta berolahraga Asia Tenggara (SEA GAMES), Indonesia senantiasa jadi juara. Tetapi, seperti cabang lain seperti bulu tangkis, pencak silat lalu seakan alami kemunduran. Kenyataan lalu bicara, Vietnam lalu nampak sebagai negara yang mengkilap prestasinya lewat silat. Terakhir, negara komunis itu tidak lagi jadi penggembira di cabang pencak silat bahkan juga dapat disebutkan calon penggusur Indonesia di pentas pencak silat. Bukanlah tidak mungkin saja kecemasan nanti pesilat Indonesia bakal belajar di sana akan terwujud. Silat Harimau Demikian banyak type silat yang ada di nusantara menyusahkan untuk tahu asal muasal darimana pencak silat berasal. Praktisi serta Pemerhati Pencak Silat ssekaligus Sekjen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Hariadi Anwar menyebutkan sampai kini belum dapat di ketahui darimana pertama kalinya pencak silat berasal. Tetapi, cuma dapat di ketahui type aliran pencak silat di Indonesia yang sejumlah beberapa ribu. Belum lagi, tiap-tiap daerah mempunyai type Pencak Silat. sebut saja, Silat Betawi, silat Sunda serta silat Jawa. Satu dari demikian banyak, silat nusantara yang terancam punah yaitu silat harimau. Konon silat yang datang dari warisan kerajaan Minangkabau saat ini tidak banyak yang kuasai. Bahkan juga untuk orang minang sendiri tidak banyak tahu. Masalah yang berlangsung demikian classic. Beberapa hal berbau tradisional dikira ketinggal zaman dengan kata lain " gak lagi mutakhir ". Fakta itu disadari Hariadi. " Dahulu, orang yang berlatih silat itu malu-malu menenteng pakaian latihan. Disebutkan silat kalah tenar dari seni bela diri impor jenis karate serta taekwondo, " katanya. Terkecuali kalah tenar dengan seni bela diri Impor, sistem mewarisi juga mandek. Hal semacam itu yang lalu jadi permasalahan pada pelestarian warisan budaya Indonesia.

Silat Harimau tak demikian gampang di turunkan ke sembarang orang. Pakem ini lalu menyebabkan tak terjadinya pergantian pesilat Harimau. Sampai selanjutnya, silat Harimau keluar dari pakem yang dapat membahayakan keberadaannya. Kompromi serta " panggilan nurani " yang lalu bikin Guru Besar Silat Harimau Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam atau yang akrab dipangil pak Datuk lalu memperbolehkan silat Harimau untuk disebar luaskan. Ketentuan itu memanglah memerlukan saat panjang lantaran amanat leluhur yang diemban Pak Datuk tidak untuk sembarang mengajarkan silat Harimau demikian berat untuk dilepaskan. Bebicara mengenai silat Harimau, singkat narasi belumlah di kenal sebagai silat Harimau seperti saat ini. " Dahulu belum diberi nama silat Harimau, tetapi lalu saat saya mewariskan serta berguru dengan pakar silat lain, lalu diberi nama silat Harimau, " narasi Pak Datuk Waktu didapati Republika On-line awal minggu lantas. Sekurang-kurangnya ada aliran-aliran silat di Minang yang lebih dulu ada seperti Kuciang Siam, Anjiang Mualim, serta Harimau Champa. Dari nama aliran paling akhir lalu Pak Datuk meningkatkan silat Harimau. Sebelumnya itu, dia berguru dengan beragam pakar silat yang ada. Lalu diperkembang serta lalu dinamakan silat Harimau. Berkaitan th. berapakah nama itu nampak, Pak datuk mengakui tak dapat mengatakan karena segalanya yang berkaitan asal muasal silat diwariskan dengan cara lisan bukanlah tercatat. Intisari silat Harimau di inspirasi dari gerak-gerakan Harimau. Kuda-kuda serta sikap siaga persis mirip Harimau. Jadi tidak heran, bila mitos yang berkembang menyampaikan bila pesilat yang kuasai silat Harimau jadi dianya nantinya bakal beralih bentuk jadi Harimau. Walau mitos yang berkembang sekitar silat Harimau demikian kental. Seperti pencak silat lain, nuansa islami juga menguasai dalam filosofi yang terdapat didalamnya. Untuk belajar silat, guru mengenalkan nilai-nilai agama lebih dahulu pada murid. Seperti pada kebiasaan Minang, silat zahir mempunyai tujuan mencari bersilahturahmi, batin silat untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, apabila menginginkan punya niat jahat jadi terlebih dulu sudah disingkirkan. Filosofi itu tertuang dalam ungkapan, " Awas rasa janganlah hilang, berlantai sebelumnya rubuh, bersiang menebas sebelumnya tumbuh. " Ungkapan lalu terimplementasi lewat gerakan kuda-kuda yang berdiri dengan huruf alif yang berarti pesilat berdiri beserta Allah, berdiri 2 x mirip huruf lam serta berdiri dengan mirip huruf hijaiyah 'Kha'. Ciri-ciri keras, bukanlah basa-basi serta tegas jadi ciri paling utama ajaran silat harimau. Lantaran memanglah di desain untuk mematikan lawan dengan jurus-jurus beresiko dengan menyerang segera daerah vital musuh, baik dengan style lenting atau terkam Harimau. Oleh karenanya, silat Harimau lalu di kenal dengan silat beraliran keras. Sekian keras, sampai potensi penyalahgunaan pengetahuan demikian besar. Pak Datuk sendiri terbebani seandainya ada anak muridnya yang sudah di ajarkan lalu menyalahgunakan. Untuk mengatasinya, Pak Datuk sering memberi pendalaman agama disetiap session latihan manfaat menguatkan iman serta mental anak didiknya. Upacara Penerimaan Murid Untuk mengikat anak muridnya dengan tanggung jawab sebagai pesilat Harimau, Pak Datuk senantiasa mengadakan upacara tradisional sebagai lambang pembaiatan pada anggota keluarga baru silat Harimau. Upacara dikerjakan saat murid telah siap dengan cara lahir serta batin untuk terima pengetahuan. Sistem penerimaan itu juga tak main-main lantaran didasarkan dengan " penerawangan " pak Datuk pada calon anak didiknya. Pada prosesi upacara, calon murid bakal diberikan pisau, yang mempunyai arti makin diasah makin tajam. Berarti, anak murid mesti lewat sistem latihan panjang manfaat mahir jadi pesilat Harimau. Lalu dilanjutkan, pemberian kain putih, hal semacam ini ditujukan saat sang murid berlatih silat jadi mesti mempunyai hati yang bersih serta semuanya pastinya akan selesai atau mati. Pemberian beras oleh murid pada guru yang disimpulkan sebagai murid jangan sampai menyusahkan gurunya. Pemberian buah jeruk kuku Harimau, buah yang konon telah langka di Minangkabau disimpulkan sebagai lambang kelurga silat Harimau. Sirih komplit, ditujukan untuk mengisyaratkan jalinan pada guru serta saudara lain mempunyai satu rasa seperti sirih yang berasa asam, asin, manis serta pahit serta paling akhir, ayam jantan, ditujukan untuk mengingatkan pesilat mesti mengingatkan orang lain atas keharusan seperti ayam yang bangunkan orang saat azan subuh tiba. Kekhasan lain yang dimilik Silat Harimau diantaranya dengan filosofi " langkah Ampe " yang demikian tertanam di beberapa orang Minang. Bila tak tahu ke empat langkah disebut jadi bukanlah orang Minang tetapi orang " kabau ". Kebiasaan itu lalu tertanam dalam pesilat Harimau. Pertama yang perlu di ketahui pesilat Harimau, dianya mesti tahu basic kata mendaki yaitu menghormati orang yang lebih tua. Tahu sikap mendatar, yaitu mesti tahu bagaimana dengan berlaku dengan rekan sebaya. Mesti tahu basic kata alami penurunan, yaitu berlakukan seorang dengan kasih sayang serta Melereng, mesti tahu bicara pada iparnya. Selesai terlepas dari pakem yang menghalangi perubahan silat Harimau, saat ini kehadiran silat Harimau jauh tambah baik. Walau tidak ingat jumlah murid yang di ajarkan, namun Pak Datuk mengakui senang. Sekurang-kurangnya, silat Harimau dapat di turunkan walaupun belum banyak yang betul-betul kuasai. Animo Asing Pada Silat Harimau Selama ingatan Pak Datuk cuma ada tiga orang yang kuasai silat Harimau yaitu satu orang Indonesia serta dua orang kebangsaan Inggris. Ditnya kenapa orang asing dapat kuasai, menurut Pak Datuk lantaran umumnya orang asing yang belajar silat Harimau lantaran tertarik dengan kekhasan filosofi serta ritme tiap-tiap gerakan yg tidak dipunyai seni beladiri lain. " Tidak heran, mereka demikian detil menginginkan pelajari silat Harimau, " papar Pak Datuk. Hal mengagetkan lain, saat Silat Harimau lalu didokumentasikan lewat satu film berjudul " Merantu ", sutradaranya adalah kebangsaan Inggris yang demikian tertarik pada kehadiran pencak silat. Disadari Pak Datuk, persoalan ketidaktertarikan orang-orang Indonesia pada budaya sendiri karena memanglah tak pernah pertunjukan kebudayaan dikemas dengan cara apik. " Paket kurang bagus serta image yang ditumbuhkan condong negatif " misalnya silat sama dengan dukun serta banyak pula informasi yang salah berkaitan silat seperti yang dipertunjukkan di tv jadi penyebabnya, " katanya. Pak Datuk demikian mengharapkan, keberadan pencak silat dapat jadikan kebanggaan seperti yang saat ini berlangsung. Tetapi, silat disebutkan bukan sekedar untuk dipelajari mempunyai tujuan pertandingan saja tetapi juga filosofi yang terdapat didalamnya. Sebab yang sering berlangsung, silat cuma dipelajari untuk menaklukkan lawan serta memperoleh poin bukanlah untuk mengamalkan filosofinya. Optimisme keberlanjutan pencak silat serta terlebih silat Harimau selalu berdengung dihati Pak Datuk. Bila yang menginginkan berguru dengan dianya, dengan tangan terbuka Pak Datuk bersedia mengajarkan. Sepanjang punya niat mengamalkan silat untuk kebaikan tak jadi permasalahan. " Bangsa saya ini di kenal sebagai bangsa beradab serta berbudaya tinggi. Apabila, saya keluar negeri dengan silat, bangsa-bangsa lain dapat menghormati, " sh terate

Silat Minangkabau pencak silat harimau

Silat Minangkabau pencak silat harimau - Silek Minangkabau atau (bhs Indonesia : silat Minangkabau) yaitu seni beladiri yang dipunyai oleh orang-orang Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia yang diwariskan dengan cara turun temurun dari generasi ke generasi. Orang-orang Minangkabau mempunyai perilaku sukai merantau sejak beratus-ratus th. yang lampau. Untuk merantau sudah pasti mereka mesti mempunyai bekal yang cukup dalam melindungi diri dari beberapa hal terburuk sepanjang di perjalanan atau di rantau, umpamanya terserang atau dirampok orang. Di samping sebagai bekal untuk merantau, silek utama untuk pertahanan nagari pada ancaman dari luar.
Silat Minangkabau pencak silat harimau

Silat Minangkabau pencak silat harimau


Lokasi Minangkabau dibagian tengah Sumatera seperti daerah di lokasi Nusantara yang lain yaitu daerah yang subur serta produsen rempah-rempah utama mulai sejak era pertama Masehi, oleh karenanya, sudah pasti ancaman-ancaman keamanan mungkin datang dari pihak pendatang ke lokasi Nusantara ini. Jadi dengan cara manfaatnya silat bisa dibedakan jadi dua yaitu sebagai

panjago diri (pembelaan diri dari serangan musuh), dan
parik paga dalam nagari (system pertahanan negeri).

Untuk dua argumen ini, jadi orang-orang Minangkabau pada tempo dahulunya butuh mempunyai system pertahanan yang baik untuk menjaga diri serta negerinya dari ancaman musuh setiap saat. Silek tak saja sebagai alat untuk beladiri, namun juga mengilhami atau jadi basic gerakan beragam tarian serta randai (drama Minangkabau) 1. Emral Djamal Dt Rajo Mudo (2007) pernah menerangkan kalau pengembangan gerakan silat jadi seni yaitu kiat dari nenek moyang Minangkabau supaya silat senantiasa diulang-ulang didalam saat damai serta sekalian untuk penyaluran " daya " silat yang condong panas serta keras supaya jadi lembut serta tenang. Disamping itu, bila dilihat dari segi arti, kata pencak silat didalam pengertian beberapa tuo silek (guru besar silat) yaitu mancak serta silek. Ketidaksamaan dari kata itu yaitu :

Kata mancak atau disebutkan sebagai bungo silek (bunga silat) yaitu berbentuk beberapa gerakan tarian silat yang dipamerkan didalam acara-acara kebiasaan atau acara-acara seremoni yang lain. Beberapa gerakan untuk mancak diusahakan seindah serta sebaik mungkin saja lantaran untuk pertunjukan.

Kata silek tersebut tidaklah untuk tari-tarian itu lagi, tetapi satu seni pertempuran yang dipakai untuk menjaga diri dari serangan musuh, hingga beberapa gerakan diusahakan sesedikit mungkin saja, cepat, pas, serta melumpuhkan lawan.

Beberapa tuo silek juga menyampaikan jiko mamancak di galanggang, bila basilek dimuko musuah (bila lakukan tarian pencak di gelanggang, sedang bila bersilat untuk hadapi musuh). Oleh karenanya beberapa tuo silek (guru besar) tidak sering ada yang ingin mempertontonkan ketrampilan mereka di depan umum bagaimana beberapa langkah mereka melumpuhkan musuh. Oleh karenanya, pada acara festival silat kebiasaan Minangkabau, jadi pemirsa bakal kecewa bila menginginkan dua guru besar (tuo silek) turun ke gelanggang memerlihatkan bagaimana mereka sama-sama serang serta sama-sama menjaga diri dengan gerakan yang mematikan. Ke-2 tuo silek itu cuma lakukan mancak serta berusaha tidak untuk sama-sama menyakiti lawan main mereka, lantaran menjatuhkan tuo silek lain didalam acara bakal mempunyai efek kurang bagus untuk tuo silek yang " kalah ". Dalam praktek keseharian, bila seseorang guru silat di tanya apakah mereka dapat bersilat, mereka umumnya menjawab dengan halus serta menyampaikan kalau mereka cuma dapat mancak (pencak), walau sebenarnya mereka itu mengajarkan silek (silat). Berikut karakter rendah hati ala orang-orang Nusantara, mereka berkata tak meninggikan sendiri, biarkanlah fakta saja yang bicara. Jadi kata pencak serta silat pada akhirnya sulit dibedakan. Sekarang ini sesudah silek Minangkabau itu dipelajari oleh orang asing, mereka memerlihatkan pada kita bagaimana serangan-serangan mematikan itu mereka kerjakan. Keengganan tuo silek ini bisa dipahami lantaran Indonesia sudah dijajah oleh bangsa Belanda sepanjang beberapa ratus th., serta memerlihatkan kekuatan bertempur sudah pasti akan tidak dapat di terima oleh bangsa penjajah pada saat dulu, terang ini membahayakan buat posisi mereka.

Ada pendapat yang menyampaikan kalau silat itu datang dari kata silek. Kata silek juga ada yang berasumsi datang dari siliek, atau si simak, lantaran sekian hebatnya berkelit serta licin seperti belut. Di setiap Nagari mempunyai tempat belajar silat atau diberi nama juga tujuan silek, di pimpin oleh guru yang diberi nama Tuo Silek. Tuo silek ini mempunyai tangan kanan yang bertugas menolong dia mengajari beberapa pemula.

Orang yang mahir bermain silat diberi nama pandeka (pendekar). Gelar Pandeka ini pada jaman dahulunya dilewakan (dikukuhkan) dengan cara kebiasaan oleh ninik mamak dari nagari yang berkaitan. Tetapi pada jaman penjajahan gelar dibekukan oleh pemerintah Belanda. Sesudah kian lebih seratus th. dibekukan, orang-orang kebiasaan Koto Tangah, Kota Padang pada akhirnya mengukuhkan kembali gelar Pandeka pada th. 2000-an. Pandeka ini mempunyai fungsi sebagai parik paga dalam nagari (penjaga keamanan negeri), hingga mereka diperlukan dalam membuat negeri yang aman serta tentram. Pada awal th. Januari 2009), Walikota Padang, H. Fauzi Bahar digelari Pandeka Rajo Nan Sati oleh Niniak Mamak (Pemuka Kebiasaan) Koto Tangah, Kota Padang5. Gelar ini diberikan sebagai penghormatan atas usaha dia menggiatkan kembali kesibukan silek tradisional di lokasi Kota Padang serta memanglah dia yaitu pesilat juga pada saat mudanya, hingga gelar itu layak diberikan.

Sh terate

1/29/2016

Kehidupan Kekal Dalam Ajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate

Kehidupan Kekal Dalam Ajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate

Kita sebagai manusia hidup semua kelak bakal di panggil oleh Tuhan YME untuk menghadap-Nya. Ketahuilah kalau hidup di dunia ini adalah rotasi saat yang tidak menentu, berubah-ubah, karenanya kita mesti mengerti kalau semuanya di bawah kekuasaan Tuhan YME, di mana kita mesti berjanji menepati tujuannya untuk berbuat baik serta tidak berbuat dusta sekalipun kedustaan itu untungkan diri sendiri. Di dalam Agama apa pun menyebutkan kalau Tuhan itu mengasihi orang yang “Sabar atau luas hatinya” yakni kuat hadapi semua cobaan hidup, tak gampang putus harapan, ikhlas berkorban.



Kehidupan Kekal Dalam Ajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate

Apa maksud hidup kita sebagai manusia? Sadar atau tak biasanya tiap-tiap manusia hidup miliki satu maksud yakni mau kaya, kekuasaan, kesenangan, pangkat, gelar dll. Namun semua itu apakah itu maksud hidup kita? Apakah sesungguhnya yang kita mencari? Sangat bijaksana jika dalam isi hidup kita ini dengan beberapa hal yang bermanfaat serta beberapa hal yang bernilai, sesungguhnya jawaban dari pertanyaan tertulis diatas yaitu HAKIKAT dari hidup manusia tersebut yang mau tahu ” Siapa dianya serta Arti hidupnya ”. Dalam mencari jawaban pertanyaan di atas yaitu begitu utama manusia mengerti “Kefanaan dianya serta ke Fanaan dunia ” ini, tak suatu hal yang kekal atau abadi, apa yang hari ini serta besok bakal telah tidak ada satu waktu semua bakal musnah. Kita memperbandingkan kalau hari-hari manusia itu seperti rumput serta bunga di padang savana, jika angin melewatinya jadi tak ada lagi. Dalam kefananaan sudah diberitahukan pada manusia oleh Tuhan YME memlalui agama menurut kepercayaan kita masing – masing tentang ajal, batas usia serta tahu begitu fananya kita ini.

Sebenarnya saat ini manusia tengah hidup didalam dunia yg tidak bersahabat bahkan juga kejam lazimnya dimaksud jaman edan di mana kejahatan merajalela, pembunuhan dimana-mana, bencana alam dll. Meskipun manusia sudah berupaya membuat perlindungan dianya tetapi toh ada batasnya, serta tidak seseorangpun bisa lari atau menghindar dari fakta kalau cepat atau lambat maut pastinya akan menghampirinya, manusia pastinya akan mati serta menghadap tahta pengadilan Sang Pencipta.

Jadi di sini kita manusia hidup jangan sampai terbelenggu keegoisan kita terlebih lebih memprioritaskan harta tahta memanglah semuanya utama serta perlu namun tak selama-lamanya itu yang paling utama. Di sini manusia lupa bakal kenyataan kematian, pada maut yang mendekat mungkin saja baru sadar serta menyesali, namun kerapkali hal semacam itu datang terlambat. Namun dengan semua kegemilangannya tak akan bertahan ia bisa disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Kematian Abadi sebagai bencana besar, sebenarnya kematian tidaklah akhir semuanya ada hal-hal lain yang lebih mengerikan yakni Kebinasaan. Di dalam hidup ini tidak ada suatu hal juga yang layak dimaksud kemalangan terkecuali yang mengakibatkan kemalangan abadi tersebut yang perlu kita takuti, berikut kematian yang sebenarnya yang benar – benar menakutkan diebutnya kematian ke-2.

Yang ada di sini yaitu keterpisahan dari ALLAH, rataapan, kegeraman, kengerian api neraka, siksaan sepanjang – lamanya.

Kehidupan Abadi sebagai maksud manusia hidup, Tuhan membuat manusia begitu menyukai ciptaan Nya lantaran Tuhan sendiri yang membentuknya dari debu tanah serta memberi nafas hidup pada manusia. Kita milik Tuhan punya yang paling disayangi Tuhan demikian bernilai serta mulia dalam pandangan-Nya. Berikut yang Tuhan kehendaki supaya maksud hidup manusia tak binasa tetapi hidup yang abadi, hidup abadi berbarengan Tuhan Yang Maha Esa di Surga. Surga yaitu Mahkota Kehidupan, kemuliaan yg tidak layu, berikut Maksud “Perjuangan Hidup Manusia “.

Kita mengerti kalau maksud mulia ini lebih mulia serta semakin besar daripada maksud hidup yang lain, jadi kita sebaiknya menintegrasikan atau meyatukan maksud duniawi dalam maksud akhirat/surga. Dengan hal tersebut jadi lebih dekat dengan Tuhan lebih dekat dengan keselamatan serta kehidupan abadi. Apabila orang beriman buka diri pada Allah dengan berada di dalam Tuhan serta mengasihi Tuhan jadi Allah akan tiba serta bersemayam di dalam hatinya, serta kuasa hadirnya Nya itu bakal merubah hatinya jadi seperti di dalam surga di mana yang ada hanya Cinta Kasih serta tak ada tempat untuk dosa serta kejahatan. Jadi apabila hati nurani kita benar – benar disucikan/dibikin bersih barulah kita bisa rasakan kemanisan kemuliaan surga abadi. Walau masihlah didunia fana ini, kita telah bisa rasakan sedikit kemanisan surga. Dalam kehidupannya yang saat ini jiwa yang sudah menyatu dengan Tuhan bakal dibawa masuk oleh Tuhan sendiri dalam hidup-Nya yang Abadi. Jadi hidup yang abadi sudah di anugerahkan pada orang yang sudi pada Nya cuma sesudah meninggalkan dunia fana ini meskipun belum prima. Tak ada satupun ajaran yang mengajarkan rahasia kehidupan manusia terkecuali di Persaudraan Setia Hati Terate yang kita cintai ini.

Saat ini sudah waktunya bangun tidur dari kegelapan, sebab jelas sudah datang serta berjuang untuk diperbolehkan masuk dalam hati kita. Yaitu adalah satu kebodohan jika kita bebrapa tunda terlebih menyia-nyiakan, lantaran saat begitu singkat sebagaiman hidup ini singkat.

Berikut saat keselamatan itu sebaiknya kita kerjakan keselamatan kita dengan takut serta gentar supaya kita tak menngalami kerugian besar serta penyesalan yg tidak berkesudahan.

Sebagai penutup renungkan sikap yang di ambil oleh kita sendiri dalam hadapi panggilan hidup harapan saya saudara – saudara Warga Persaudaraan Setia Hati Terate dimana saja ada bisa mengerti dan menghayati Pengetahuan Kemanusiaan serta Pengetahuan Kehidupan yang benar – benar begitu mulia ini.

Pribadi SH

Pribadi orang SH, seperti apakah itu?

Pernah disibak sekian waktu lalu oleh sedulur kita di kolom olah rasa, jadi orang SH yaitu suatu pilihan hidup.

Kita semuanya pasti pernah mendengar adagium ” HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN ”
Sebagai manusia  yang di beri akal budi, serta kehendak bebas, hidup yang kita lakoni harusnya memanglah jadi suatu pilihan.

Pribadi SH


Sesudah memilih, pasti ada sederet konsekwensi yang mengikuti. Satu diantaranya menyangkut pribadi. Pribadi orang SH memanglah sepatutnya mencerminkan pribadi yang sesuai sama nilai-nilai ajaran SH. Tak perlu memakai bhs yang susah untuk menuturkannya. Diawali dari diri sendiri, di mana belajar jadi pribadi yang mensyukuri nikmat, ndak ngoyo, namun tetaplah berupaya memberi yang paling baik dalam kehidupan.



Mungkin saja, umur saya masih muda untuk mengajari mengenai hidup, namun belajar dari pengalaman yang tidak seberapa membawa saya jadi pribadi yang selalu berupaya menjiwai ajaran SH. Hingga jadi pribadi yang lebih gampang bersukur dalam mensyukuri semua nikmat-Nya.

Satu kewajaran waktu langkah terantuk kendala, mungkin saja bakal rasakan keputusasaan yang pada akhirnya melemahkan diri sendiri. Namun, sesudah merenungkan satu petuah dalam ajaran SH, kalau “Sepiro gedhene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo”, saya mulai merangkak untuk tetaplah dapat tegar serta berjuang di dalam langkah yang mungkin saja tidak senantiasa gampang. Lantaran dari pertama senantiasa membawa fikiran positif, berikut hidup. Tidak ada hidup yang lurus-lurus saja, atau mulus-mulus saja.

Mungkin saja ini baru satu dari demikian banyak petuah untuk jadi pribadi SH, bagaimanakah jadi pribadi yang kuat, tidak tidak mudah menyerah, serta selalu berfikiran positif dalam terima jalan hidup yang Tuhan berikanlah. Tidakkah ditengah takdir, ada nasib yang masihlah dapat kita ganti?

Dengan coba jadi pribadi SH, saya belajar tahu hidup yang sesungguhnya. Seperti jadi pribadi yang nerimo, kalau apa yang datang, itu pastinya akan pergi, kalau apa yang pernah ada, satu waktu bakal tidak ada. Kalau apa yang dipunya, tidak abadi sifatnya. Mudah-mudahan dapat jadi renungan berbarengan.

*Untuk saya yang pernah terasa kehilangan suatu hal yang dinilai bernilai, mungkin saja itu yaitu langkah Tuhan untuk mengingatkan mahluknya dengan cara yang lebih dekat.

Kebersamaan PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo

Kebersamaan PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo

Kita cukup mengetahui dengan perseteruan-persetueruan tidak beralasan pada generasi muda Persaudaraan Setia Hati Terate dengan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo. Dalam acara yang cukup ramah serta simpatik berikut semasing ketua dari 2 Perguruan besar duduk berbarengan. Keihklasan untuk dapat sama-sama terima ketidaksamaan yaitu satu hal yang gampang, apabila kita memiliki hati yang putih, suci serta kemauan bersih untuk perdamaian. Mengapa kita mesti “berkelahi” apabila mesti memperoleh pernyataan?

Kebersamaan PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo

2 Pemimpin Perguruan besar memberi simbolisasi Persatuan serta Perdamaian dengan sama-sama menggenggam ke-2 tangan mereka. Nyatanya, orang-orang (anggota dari 2 perguruan besar) masihlah butuh simbolisasi dari pemimpin mereka untuk dapat beralih. Mudah-mudahan saja Tuhan YME memberi beberapa anggota serta simpatisan situasi kedamaian di hatinya semasing. Amin.

Kebersamaan PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo

Makin makmur beberapa orang-orang lantaran keperluan basic telah memenuhi, jadi mereka bakal makin damai. Namun mengapa walau anggota dari 2 Perguruan besar itu telah kenyang dengan makanan tetap harus “berkelahi”?. Mudah-mudahan simbolisasi Tumpengan ini dapat berikan barokah untuk ke-2 Perguruan besar ini. Amin.

Kebersamaan PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo

Suka duka melatih dan dilatih untuk PSHT

Suka duka melatih yaitu satu keharusan untuk semuanya anggota Warga Persaudaraan Setia Hati Terate

Dimana saja ada serta siapa saja orang nya tanpa ada kecuali Untuk Mengamalkan Ilmu-ilmu yang sudah di dapat dari hasil ikuti latihan, supaya dapat melanjutkan apa yang sudah di cita-citakan oleh Eyang Soerodiwiryo, yakni jadikan manusia yang berbudi mulia serta bisa memayu hayuning bawono lantaran Allah SWT, serta membuat sumberdaya manusia yang kuat serta sehat jasmani ataupun rohani. walau demikian mungkin saja banyak rintangan serta halangan yang bakal di hadapi untuk meraih maksud itu, Seseorang pelatih mesti berpikir untuk melupakan layanan serta kebaikan diri ; Makin kita mau dihargai, makin kita mau dihormati, makin kita mau dipuji, makin kita akan merasakan banyak sakit hati yang hanya akan menyengsarakan kita, oleh karenanya lupakanlah…….


Tuhan Maha Lihat makin kita terasa berjasa cuma bakal mengakibatkan sakit hati, saudaraku pujian manusia kecil, pujian Tuhan-lah yang abadi, Pujian Tuhan-lah mulia dunia akherat Wahai saudara-saudaraku beberapa pelatih marilah kita sebisa-bisanya melupakan beberapa layanan kita, biarkanlah orang lain tak ada tahu, jadilah seperti garam dilautan, asin merasa namun tak terlihat, janganlah seperti gincu terlihat namun tak merasa, kita mesti mengawali berbuat suatu hal seperti beton, mengokohkan tanpa ada mesti terlihat, seperti jantung, siang malam kerja tanpa ada terlihat, kita akan tidak berhasil bila di organisasi kita terkasih ini mau menonjolkan diri, Tetaplah lah semangat Wahai Saudaraku Untuk selalu berjuang melatih!!



Suka duka melatih dan dilatih untuk PSHT

Suka duka di latih, usaha keras serta berlatih seseorang siswa di satu dalam bertih yaitu satu keharusan yang di emban oleh semuanya siswa tanpa ada kecuali, mereka ikhlas di guyur hujan serta kedinginan ketika musim hujan serta mereka ikhlas juga kepanasan di waktu musim kemarau, walau demikian mereka melakukan dengan penuh rasa suka ria hingga tak demikian merasa beban yang di berikanlah pada mereka. Untuk untuk wujudkan kemauan jadi seseorang warga Persaudaraan Setia Hati Terate mereka terus-terusan berjuang tanpa ada mengetahui rasa capek serta jemu, lantaran mereka sadar jika Pergantian perjalanan hidup ditetapkan oleh tindakannya sendiri. Tetaplah lah semangat Wahai Saudaraku Untuk selalu berjuang Berlatih!!


Suka duka melatih dan dilatih untuk PSHT

10/20/2015

Kisah Hidup Tarmadji Boedi Harsono

Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat, Madiun, K.R.T. Tarmadji Budi Harsono, tutup usia, Selasa (20/10/2015) pukul 09.30 WIB. Lelaki 69 tahun itu mengembuskan napas terakhir di RS Islam Kota Madiun.


Kisah Hidup Tarmadji Boedi Harsono

Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati (SH) Terate pun berduka. Tarmadji Boedi Harsono yang empat periode berturut-turut menjadi ketua umum pusat (1981-2014) ini dianggap sebagai grand master perguruan pencak silat Madiun tersebut.

Pernyataan duka cita dan doa meruap. Kisah perjuangan hidup Tarmadji Boedi Harsono pun menjadi kenangan. Berikut ini kisah perjalanan dan perjuangan Tarmadji Boedi Harsono selama hidup karya Andi Casiyem Sudin yang disarikan Madiunpos.com dari laman Shterate.or.id, Selasa (20/10/2015). Materi serupa juga dimuat di Shterate.com yang dikelola Hendra W. Saputro.

H.Tarmadji Boedi Harsono, S.E, lahir di Madiun, Februari 1946, dengan nama kecil Tarmadji. Di lingkungan Persaudaraan Setia Hati (SH) Terate, Tarmadji lebih akrab dipanggil Mas Madji.

Sederhana

Tarmadji merupakan anak sulung enam bersaudara, dari keluarga sederhana dengan tingkat perekonomian pas-pasan. Ayahnya, Suratman, pegawai rendahan di Departemen Transmigrasi, sedangkan ibunya, Hj. Tunik (almarhum) hanya ibu rumah tangga.

Dari latar belakang keluarga ini, dia pun melewati masa kecil penuh kesederhanaan. Namun ketika Tarmadji Boedi Harsono beranjak dewasa, kekurangan ini justru melahirkan semangat juang tinggi dalam mengubah nasib sehingga ia berhasil menjadi seorang tokoh yang diperhitungkan.

Sosok tokoh yang tidak saja diperhitungkan di sisi harkat dan martabatnya, akan tetapi juga berhasil menyeruak ke permukaan dan mampu mengenyam kehidupan cukup layak dan wajar. Tutur kata leklaki yang lebih akrab disapa Mas Madji itu bahkan dianut sebagai pedoman oleh anggota persaudaraan pencak silkatnya.

”Aja seneng gawe ala ing liyan, apa alanne gawe seneng ing liyan [Jangan suka menyengsarakan orang lain, tak ada salahnya membuat senang orang lain],” tutur Tarmadji Boedi Harsono sebagaimana dicatat Shterate.or.id.

 
Design by Panduan Blogspot Master